Pendekatan Optik Inovatif Mendeteksi Pembekuan Darah
Metode berbasis cahaya menggunakan cahaya untuk memeriksa seberapa cepat pembekuan darah, membantu membuat implan lebih aman, memandu pengobatan, dan bahkan menemukan kotoran kecil di dalam air.
Para peneliti di Institut Teknologi India, Madras (IIT-M) telah mengembangkan metode yang dipatenkan yang mengukur waktu pembekuan darah dengan presisi tingkat milidetik menggunakan perubahan reflektifitas cahaya.Teknik ini menawarkan cara yang sangat akurat untuk memantau bagaimana darah berinteraksi dengan bahan, membantu mencegah komplikasi terkait penggumpalan darah pada implan medis dan memandu pemberian dosis obat anti-koagulasi yang tepat pasca operasi.
Metode ini bekerja dengan mendeteksi perubahan reflektifitas permukaan implan.Saat darah mulai menggumpal, permukaannya menjadi keruh, mengubah cahaya yang dipantulkan, yang ditangkap sebagai pergeseran tegangan oleh fotodetektor.Hal ini memberikan data kuantitatif yang lebih tepat dibandingkan metode tradisional, seperti tes kemiringan mekanis atau tes hemoglobin bebas, yang rentan terhadap ketidakakuratan.
Dengan memungkinkan pengujian yang akurat terhadap bahan untuk stent, katup jantung, dan kateter, teknik ini memungkinkan produsen untuk menyaring hemokompatibilitas pada tahap awal penelitian.Para peneliti juga mencatat bahwa dengan sedikit penyesuaian, prinsip optik yang sama dapat mendeteksi jejak kotoran dalam air, sehingga menunjukkan potensi pemantauan lingkungan.
Trombosis, atau pembentukan bekuan darah di pembuluh darah atau permukaan implan, masih menjadi penyebab utama kegagalan alat, sehingga pengukuran bekuan darah yang akurat menjadi sangat penting.Metode tim IIT-M mengatasi tantangan ini, menawarkan alat yang andal untuk meningkatkan keselamatan pasien dan hasilnya.
Inovasi ini sejalan dengan kebijakan dan kerangka hukum India, termasuk Undang-Undang Paten tahun 1970 yang melindungi hak kekayaan intelektual, dan peraturan seperti Peraturan Alat Kesehatan tahun 2017, dan Kebijakan Kesehatan Nasional tahun 2017 yang menekankan kualitas, keamanan, dan manufaktur dalam negeri.Konsep utamanya mencakup hemokompatibilitas (kemampuan suatu bahan untuk berkontak dengan darah dengan aman), trombosis, kekeruhan (kekeruhan dalam suatu cairan), dan substrat (lapisan bahan tempat terjadinya proses).
Dengan menggantikan estimasi mekanis dengan presisi optik, perkembangan ini menandai langkah maju dalam teknologi medis di India, mendukung pribuminya perangkat medis dan menawarkan potensi aplikasi penggunaan ganda dalam pemantauan lingkungan.Hal ini juga terkait dengan inisiatif yang lebih luas seperti Make in India dan relevan dengan diskusi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesehatan dalam konteks kebijakan.